Misran Mantri Desa Yang MALANG…..
April 27th, 2010 by ag0estth0Misran Mantri Desa Yang Malang ….
Kondisi sosial masyarakat perlu menjadi pertimbangan
Kasus ini bermula dari sebuah niat baik dan tanggung jawab Misran sebagai seorang mantri di satu desa kecil di Kalimantan Timur.
Misran sudah mengabdikan hidup membantu melayani masyarakat disana selama lebih dari 18 tahun. Usia pengabdian selama 18 tahun bukanlah usia yang singkat. Selain sudah sangat mengenal masyarakat disana, Misran sebagai seorang Mantri sudah pasti sangat banyak menangani kesehatan masyarakat disekitarnya.
PN Tenggarong yang diketuai oleh Bahuri dengan hakim anggota Nugraheni dan Agus Nardiansyah memutus hukuman 3 bulan penjara dan denda Rp.2 juta rupiah susbsider 1 bulan penjara pada tanggal 19 November 2009 yang lalu. Keputusan ini dibuat atas pertimbangan hakim bahwa Misran sebagai seorang Mantri melanggar UU no 36/2009 tentang Kesehatan.
Pasal 82 ayat 1 huruf D jo Pasal 63 ayat 1 UU No 32/1992 tentang kesehatan yaitu Misran tidak memiliki kewenangan memberikan pertolongan layaknya dokter. Putusan ini kemudian diperkuat oleh PT Samarinda.
Ada beberapa hal yang aneh dalam keputusan hakim yang menjatuhkan hukuman kepada Misran :
1. Bahwa hingga kini tidak jelas siapa yang melaporkan Misran ke Polda Kalimantan Timur. Selama proses pengadilan berjalan tidak pernah ada sebutan nama pelapor dan keterangan pelapor untuk tujuan apa membuat laporan. Misran si Mantri desa hanya diperiksa dan dibawa kepengadilan lalu dijatuhkan hukuman.
2. Undang-undang yang digunakan sebagai salah satu alat untuk menjatuhkan hukuman kepada Misran adalah undang-undang yang sudah kadaluarsa. Menurut Kuasa hukum Misran Undang-undang No 32/1992 ini sudah tidak berlaku lagi.
Bagi saya negara kita ini sangat unik. Ketika Bibit-Chandra anggota KPK bersengketa dan ditahan oleh Polisi, Presiden langsung membentuk team 8 yang didalamnya berisi pengacara – pengacara handal, sosiolog dan budayawan ternama. Tapi dengan kasus Misran tidak ada orang atau pejabat yang perduli. Muncul 1 juta facebookers tolak krimainalisasi KPK dll.
Bagi saya semua ini adalah sandiwara. Pemerintahan Kabinet Indonesia bersatu jilid-2 ini berjalan pada sebuah sandiwara yang skenarionya sudah dibuat terlebih dahulu.
Pada tulisan ini saya cuma mau mengatakan :
1. Jika memang bangsa ini adalah bangsa yang beradab tolong carikan jalan keluar terhadap kondisi kesehatan masyarakat di Kalimantan Timur yang saat ini rata-rata mentri desanya sudah tidak mau mengobati masyarakat lagi karna trauma dengan kejadian yang menimpa Misran. Sementara untuk ke RS yang ada dokternya dibutuhkan waktu 2-4 jam melalu jalur sungai. Bagaimana tindakan dari Pemerintah mari kita lihat bersama
2. Hentikan Drama persengketaan Susno Vs Polri terserah lah yang mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sekarang sudah semakin tidak jelas yang jelas mereka adalah sama-sama anggota POLRI kok.
3. Terserah mau KPK bubar mau Anggodo menang di pra peradilan dan lain sebagainya. Saya sudah bosan dengan Sinetron Berjudul Republik Indonesia ini. Inilah susahnya kalo negara dipimpin para artis bukan dipimpin oleh pejuang.
4. Kembali Fokus kepada kondisi masyarakat yang sangat memprihatinkan. Kesehatan masyarakat, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, Sandang dan Pangan, Keamanan dan kebutuhan masyarakat sehari-hari
5. Saya himbau media untuk lebih memilih kasus-kasus yang menyentuh secara langsung kepada masyarakat ketimbang membangun thread yang didalamnya ada DRAMA berjudul : “PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA” dan “PERTARUNGAN KEPENTINGAN ELIT POLITIK”. Boikot saja isu atau berita seperti itu. Terserah mereka mau korup mau rampok mau apa terserah wong dari dulu sampe sekarang masalah Indonesia ngomongin Rampoooooooooooook Melulu. Apa memang semuanya Rampooooook ya sehingga yang dibahas masalah rampok melulu…?
6. Kalo pemerintah tidak bisa mengembalikan keperacayaan diri para Mantri untuk mengobati masyarakat, maka pemerintah harus sediakan Dokter sebanyak apa yang dibutuhkan masyarakat. Pemerintah jangan asal menghimbau aja. Kasus Bibit –Chandra pemerintah penetrasi dengan team 8 (delapan), kasus Misran ngak ada yang perduli. Kini masyarakat disana ngak ada yang obatin lagi kalo sakit. MANTRI-MANTRI NYA PADA KETAKUTAAAAAAAAAAN
